Selasa, 10 Juni 2014

ECEC MENGGUGAH MINAT SISWA BERBAHASA INGGRIS oleh Kristini, S.Pd

ABSTRAK : Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing di negara kita yang dimasukkan dalam kurikulum nasional sebagai mata perlajaran yang dipelajari dari ditingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, bahasa Inggris memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat komunikasi secara international baik secara lisan maupun tulisan. Oleh sabab itu, di sekolah penekanan pembelajaran bahasa Inggris mencakup 4 keterampilan yaitu Listening (mendengarkan), Speaking (Berbicara), Reading (membaca) dan Writing (menulis). Ada dua faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan belajar bahasa Inggris siswa; faktor internal (siswa) dan faktor external (guru, dan lingkungan). Sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris, guru perlu menemukan kiat-kiat dan inovasi agar bisa menggugah minat siswa untuk mempelajarinya. Diantara kiat-kiat tersebut adalah ECEC (English Club dan English Compettition).      KatA Kunci : ECEC, Minat, Bahasa Inggris I. PENDAHULUAN :      Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing di negara kita yang dimasukkan dalam kurikulum nasional sebagai mata perlajaran yang dipelajari dari ditingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, bahasa Inggris memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat komunikasi secara international baik secara lisan maupun tulisan. Oleh sabab itu, di sekolah penekanan pembelajaran bahasa Inggris mencakup 4 keterampilan yaitu Listening (mendengarkan), Speaking (Berbicara), Reading (membaca) dan Writing (menulis). Keempat keterampilan ini harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Namun di sisi lain menguasai ke 4 skill ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Perlu adanya kiat-kiat dan inovasi yang bisa memotivasi, membuat siswa tertarik dan merasa mudah untuk mempelajarinya. Menilik Perkembangan siswa-siswa di beberapa sekolah-sekolah mengenai pembelajaran bahasa Inggris sangatlah rendah. Hal ini disampaikan oleh beberapa guru bahasa Inggris di suatu forum Musyawarah Guru Mata Pelejaran mengenai hasil nilai ulangan harian, nilai ulangan tengah semester, nilai akhir semester dan nilai ujian sekolah, try out Ujian Nasional maupun nilai Ujian Nasional yang menurun pada tahun pelajaran 2012/2013. Disampaikan juga bahwa motivasi dan minat siswa-siswa dalam belajar bahasa Inggris sekarang ini sangat rendah. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor intern dan ekstern. Faktor Intern berasal dari dalam diri siswa seperti daya kognitif, sikap dan kreativitas, sedangkan faktor ektern berasal dari luar diri siswa seperti faktor guru, lingkungan dan metode atau tehnik pembelajaran. Kedua faktor itulah yang menjadi kendala dan permasalahan terhadap ketidakberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Dalam hal ini seorang guru mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar bahasa Inggris di kelas. Bagaimana seorang guru itu membuat siswa menjadi aktif, kreatif, termotivatif, dan inspiratif guru harus membuat suatu perubahan dan pembaharuan atau inovasi pembelajaran.     Untuk itu proses pembelajaran menjadi suatu hal yang sangat penting demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan tepat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Tentang Standar Nasional Pendidikan Bab IV Pasal 19 ayat 1 yang mengatakan: ‘bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik’     Berdasarkan uraian di atas sebagai guru harus melakukan perubahan dan pembaharuan setiap kegiatan belajar mengajar dengan cara membuat inovasi pembelajaran yang bisa menggugah motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris.      II. PEMBAHASAN: Peran Guru Dalam Inovasi Pembelajaran     Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan merupakan pihak yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya kepada tujuan yang hendak dicapai. Ada beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan guru antara lain adalah penguasaan materi yang diajarkan, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antar individu, baik dengan siswa maupun antar sesama guru dan unsur lain yang terlibat dalam proses pendidikan seperti adminstrator, misalnya kepala sekolah dan tata usaha serta masyarakat sekitarnya, pengalaman dan keterampilan guru itu sendiri.     Lalu bagaimanakah pembelajaran yang disebut sukses? Smith dan Ragan mengemukakan beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan keberhasilan sebuah proses pembelajaran, antara lain efektivitas; efisiensi dan daya tarik. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang mampu membawa siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi seperti yang diharapkan. Pembelajaran efisien memiliki makna adanya aktivitas pembelajaran yang berlangsung dengan menggunakan waktu dan sumber daya yang relatif sedikit. Pembelajaran perlu diciptakan agar menjadi sebuah peristiwa yang menarik minat dan motivasi belajar siswa( dalam Pribadi,2011.hal15-16).      Dengan demikian, maka dalam pembelajaran, keterlibatan guru mulai dari perencanaan, pembuatan inovasi sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya memainkan peran yang sangat besar bagi keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris. ECEC Penggugah minat siswa belajar bahasa Inggris     ECEC singkatan dari English Club dan English Competition. Ini merupakan dua inovasi yang seharusnya dikembangkan oleh guru-guru bahasa Inggris di sekolah dalam menunjang keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris di kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Berikut ini akan dijelaskan tentang kedua inovasi tersebut. English Club   English Club merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang dilaksankan satu minggu sekali di luar jam belajar pada sore hari. Pembinanya adalah salah satu guru bahasa Inggris yang ditunjuk oleh sekolah tersebut dan pesertanya adalah siswa-siswa yang memilih ekstrakurikuler tersebut. Namun masih banyak sekolah-sekolah yang belum memilih English Club sebagai kegiatan ekstra kurikuler, hal ini dikarenakan oleh beberapa alasan tertentu yang bersifat intern guru dan sekolah tersebut. Padahal kegiatan ini sangat besar manfaatnya dalam menunjang pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Kegiatan English Club tentunya berbeda dengan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris pagi hari di kelas. Pada English club siswa lebih santai dan releks karena siswa diajak belajar secara tidak formal. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah seperti playing game untuk menguasai vocabulary (kosa kata bahasa Inggris), singing song dan mempraktekkan ke 4 skill dalam bahasa Inggris seperti listening, speaking, reading dan writing. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ini akan jauh lebih berani dan memiliki mental yang kuat serta motivasi yang tinggi dalam menghadapi kesulitan ketika belajar bahasa Inggris. Kegiatan English Club ini juga dilaksanakan untuk mempersiapkan siswa mengikuti english competition yang diadakan di tingkat sekolah, kabupaten, provinsi maupun nasional. Sehingga mempermudah sekolah untuk memilih atau menyeleksi dan menunujuk siswa yang dianggap berpotensi. Adapun manfaat-manfaatnya adalah : Siswa mendapat tambahan wawasan dan pengetahuan serta kosa kata tentang bahasa Inggris Siswa bisa mempraktekkan bahasa Inggris secara aktif Melatih kepercayaan diri siswa untuk berbicara di depan umum Melatih siswa untuk berpikir kritis dalam mengahadapi dan menyelesaikan masalah. Mempersiapkan siswa untuk mengikuti kompetisi bahasa Inggris     Jadi kegiatan ekstrakurikuler english club besar manfaatnya bagi siswa secara individu jika benar-benar dilaksanakan. English Competition     English competition adalah kompetisi dalam bahasa Inggris berbentuk perlombaan yang biasanya diselenggarakan oleh dinas pendidikan, sekolah, forum guru seperti MGMP dan suatu lembaga pendidikan swasta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati event-event tertentu seperti memperingati bulan bahasa, hari sumpah pemuda, hari ulang tahun, hari – hari besar lainnya ataupun sudah menjadi agenda resmi tahunan dinas pendidikan untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi ataupun nasional.          Adapun tujuan mengadakan dan mengikuti english competition adalah : Untuk menggali potensi dan prestasi siswa dalam berbahasa Inggris. Untuk mengukur kemampuan siswa berbahasa Inggris. Untuk melatih keberanian dan mental siswa berbicara didepan umum serta mengajak siswa untuk berpikir kritis. Mengajak siswa berkempetisi secara sehat, positif, dan sportif.     Jenis-jenis kegiatan dalam English Competition yang sering diselenggarakan baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah a. English speech contest b. English story telling c. English debate contest d. English drama e. Whisperring contest f. Spelling bee contest g. Reading poetry h. Reading news i. English quiz contest j. Singing an English Song dll.     Jenis kegiatan kompetisi bahasa Inggris ini bisa juga dilaksanakan di sekolah dalam rangka class meeting ataupun hari ulang tahun sekolah. Yang mana peserta kegiatan tersebut mencakup siswa-siswa yang ada di sekolah tersebut untuk class meeting, sementara untuk kompetisi bahasa Inggris dalam rangka ulang tahun sekolah pesertanya bisa dari luar. Dalam kompetisi biasanya disediakan hadiah bagi para pemenang dengan tujuan untuk menarik minat siswa dan memotivasi untuk mengikuti kompetisi. Hadiah itu bisa berupa piala, medali, uang ataupun piagam penghargaan. Kegiatan English competition ini mempunyai banyak manfaat diantaranya adalah : Memotivasi siswa dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris Mendukung tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Inggris di kelas Melatih mental siswa berbicara di depan umum.. Melatih siswa berpikir secara kritis dan merasa tertantang untuk mengikuti kompetisi secara sportif. Melatih siswa berkompetisi secara positif.     Jadi kedua inovasi tersebut di atas merupakan kegiatan pendukung di luar jam mengajar yang sangat membantu guru dalam pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Karena English Club sangat membantu siswa-siswa secara individu mempersiapkan keberanian diri, menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kompetensinya berbahasa Inggris. Sedangkan English Competition juga memotivasi siswa untuk berbuat, bertindak dan tertarik pada suatu kegiatan yang sifatnya menantang dan kompetitif untuk mengukir prestasi siswa. Dengan adanya ECEC (English Club dan English Competition) yang diikuti oleh sebagian siswa, guru terbantu dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.      III. PENUTUP: Guru bahasa Inggris adalah factor yang sangat dominan yang mempengaruhi keberhasilan anak dalam belajar bahasa Inggris. Untuk itu guru bahasa Inggris dituntut untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. English Club dan English competition adalah salah satu buentuk inovasi yang bisa dilakukan oleh guru bahasa Inggris. Daftar Pustaka Pribadi Media A.(2011). Model Assure Untuk Mendesain Pembelajaran Sukses.     Jakarta: Dian Rakyat. Undang-undang No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Nuasa Aulia WWW. EnglishClub.com. (2013). Pentingnya English Club. Diakses tanggal 5 Desember 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mengenai Saya

Foto saya
Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia